Air Susu Ibu
Oleh : Witrie Annisa Buys

”Tidakkah seseorang di antara kamu merasa ridha jika hamil dari benih
suaminya dan suaminya bangga dengan kehamilannya, bahwa wanita tersebut
mendapat pahala sama dengan (pahala) seorang prajurit yang berpuasa ketika
berperang di jalan Allah? Bila wanita tersebut menderita sakit sewaktu
melahirkan, betapa kegembiraan yang dirasakannya yang tak diketahui penghuni
langit dan bumi dengan lahirnya buah hati.” (HR. Ibnu Atsir)

Dalam riwayat Thabarani dan ‘Ibnu Asakir ditambahkan, jika ia melahirkan,
lalu ia mengeluarkan susu dari payudaranya dan dihisap oleh bayinya, setiap
hisapan dan tegukan mendapat satu pahala. Jika ia berjaga sepanjang malam
(karena melayani bayinya), ia mendapatkan pahala seperti pahala orang
memerdekakan 70 orang budak di jalan Allah.
Wahai Salamah, tahukah engkau siapa yang kami maksud dengan sabdaku ini?
Yaitu perempuan-perempuan yang memelihara dirinya, yang shalihah, yang taat
kepada suaminya, dan mereka tidak mengingkari kebaikan suaminya.
Hadis di atas memberikan kabar gembira kepada ibu hamil dan menyusui bahwa
pengorbanan mereka akan mendapatkan pahala dari Allah. Hamil bagi seorang istri
adalah suatu tugas mulia yang dibebankan Allah kepada dirinya selama caranya
sah. Selama hamil seorang ibu akan merasakan beban berat mulai dari mual,
muntah-muntah, punggung sakit, dan seterusnya, karenanya bila ia dapat
menjalani kehamilan tersebut dengan penuh keridhaan, maka Allah telah
menjanjikan pahala yang tanpa henti baginya selama masa hamil yang panjang itu
seperti orang berpuasa yang tengah berperang di jalan Allah.

Bagi ibu yang bersedia menyusui, Allah juga menjanjikan setiap hisapan dan
tegukan ASI yang diminum oleh sang bayi akan menambah pahala bagi ibunya. Para
ibu juga hendaknya tidak sengaja menolak memberikan ASI dengan alasan demi
menjaga kecantikan atau karena kesibukan kerja sehingga bayinya hanya diberi
susu formula.

Penelitian medis telah membuktikan bahwa ASI memiliki berbagai keunggulan
yang tidak tergantikan dengan susu manapun. Bahkan, agama kita menekankan
pentingnya memberikan ASI kepada buah hati kita. ”Para ibu hendaklah
menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin
menyempurnakan penyusuan.” (QS Al Baqarah [2]: 233). Air susu ibu adalah
karunia Allah bagi ibu dan bayi. Maka, masihkah kita akan menggantikan karunia
Allah itu dengan jenis minuman lain bagi titipan-Nya pada kita itu?

*Hayooo…ibuuu..semangat lagi untuk terus menyusui……

http://ayufatnawati.multiply.com/journal