Keutamaan Jalinan Hati dan Persaudaraan

Pesan sdriq di facebook semoga bermanfaat bwt qt semua dibaca ya……

Islam menjunjung tinggi akhlaq yang baik, yang dapat menghantar seseorang ke dalam surgaNya. Para sahabat bertanya pada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, apakah hal terbaik yang diberikan seseorang?” Rasulullah menjawab, “Akhlaq yang baik.” (HR Ibnu Majah)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda,
“Hal yang paling berat yang diletakkan di dalam timbangan adalah akhlaq yang baik.”

Pohon yang kokoh dan hijau, yang akar-akarnya kuat dan dahannya mencakar langit, akan menghasilkan buah yang baik, yang segar. Akhlaq yang baik –yang menuntut saling cinta, saling padu, dan saling serasi– akan membuahkan jalinan hati dan menghapuskan rasa ingin mengucilkan diri.
Betapa indahnya jalinan hati yang berlandaskan pada ikatan taqwa, agama dan cinta Allah. Anugerah dari Allah SWT berupa nikmat jalinan hati ini telah Allah firmankan dalam surat al-Anfal ayat 63,
“Dan yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu menginfakkan seluruh perkara yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat menyatukan hati mereka. Namun Allah telah menyatukan hati mereka.”

Ayat di atas menggambarkan hubungan antara kabilah Aus dan Khazraj, keduanya dari kaum Anshar, di Madinah yang dahulunya selalu bertikai dan bermusuhan namun kemudian Allah menyatukan hati-hati mereka berlandaskan pada keimanan.

Nikmat dari Allah SWT berupa tertautnya hati ini juga disebutkan di dalam firmanNya,
“dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran:103)

Sebelumnya, masih dalam ayat yang sama, Allah SWT mencela perpecahan,
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu tercerai-berai.” (3:103)

Persaudaraan antara suku Aus dan Khazraj ini tidak akan timbul seandainya mereka tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Sebelum mereka mengenal Islam, pertikaian dan permusuhan diantara mereka membawa mereka ke tepi jurang neraka, namun setelah mereka beriman pada Allah dan RasulNya dan berpegang teguh di jalan Allah, Allah SWT berkenan memberikan pertolongan bagi mereka berupa jalinan hati dan persaudaraan sebagai buah ketaqwaan mereka kepada Allah.
Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Kebanyakan hal yang memasukkan seseorang ke dalam surga adalah taqwa kepada Allah dan akhlaq yang baik.” (HR Tirmidzi dan al-Hakim)

Persaudaraan dan saling mencintai karena Allah merupakan buah dari keimanan yang sangat indah. Orang yang saling mencintai karena Allah akan memperoleh naungan di hari kiamat. Sebuah hadits menyebutkan, saat Abu Idris al-Khaulani berkata kepada Mu’adz, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.”

Lalu Mu’adz menjawab, “Bergembiralah kemudian bergembiralah, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Disediakan untuk sekelompok orang kursi-kursi di seputar Arsy pada hari kiamat; wajah mereka seperti bulan di malam kemuliaan, orang-orang merasa cemas tetapi mereka tidak merasa cemas, orang-orang merasa takut tetapi mereka tidak merasa takut, mereka adalah para wali Allah yang tidak ada rasa takut pada diri mereka dan tidak merasa bersedih hati.” Ditanyakan, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah.” (HR Bukhari-Muslim dan Tirmidzi)

Allahu a’lam bishshawab.

Wassalaam,
Mitha

References:
1. Mensucikan Jiwa oleh Sa’id Hawwa
2. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam oleh Dr. Abdullah Nashih Ulwan
3. The Ideal Muslimah oleh Dr. Muhammad Ali Al Hashimi
4. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir