Belajar tak mengenal usia dan waktu. Ini barangkali prinsip Mahe Sheti, seorang pegawai bank koperasi di India. Sarjana muda bisnis ini menyadari Bahasa Inggris penting untuk kehidupan keseharian maupun keberadaannya sebagai seorang bankir. Namun ia mengaku tak memiliki bekal memadai. “Saya harus belajar lagi,” ujar Sheti.

Namun, tak mudah bagi Sheti mendapatkan lembaga pelatihan bahasa Inggris di dekat tempat tinggalnya. Ia tinggal di sebuah desa kecil di distrik Solapur, Maharastra. Andaikata ada tempat pelatikan, ia harus memikirkan biaya, juga waktu pelatihan. Sebagai pegawai Bank Koperasi ia menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor tempat ia bekerja.

Sheti mengaku beruntung. Program Nokia Life Tools yang dikembangkan di India telah memberi kesempatan dirinya belajar bahasa Inggris. Aplikasi tersedia pada ponsel tipe tertentu. Cukup dengan tiga klik, pengguna bisa mulai belajar bahasa Inggris, dengan biaya berlangganan Rs 30 atau sekitar Rp 6.000 per bulan.

Sekalipun tidak ada materi mengenai grammar, Sheti mengaku memetik banyak manfaat dari program pelatihan bahasa Inggris yang dikembangkan NLT. Ia mengaku bisa memperkaya vocabulary, phrase serta praktik berkomunikasi. Misalnya, ada pertanyaan, apabila Anda menemui orang asing, apa yang akan anda sampaikan. Ada tiga pilihan jawaban yang tersedia. Pengguna diminta memilih. Akan ada notifikasi apakah pilihan jawaban benar atau salah. Bila salah, akan ada informasi apa jawaban yang benar.

Konten pelatihan bahasa Inggris pada program ini dipasok Pearson, suatu lembaga pelatihan bahasa Inggris yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Vivek Govil, pimpinan Pearson India melukiskan, pelatihan bahasa Inggris melalui ponsel merupakan pengembangan lebih lanjut program pelatihan serupa yang dikembangkan secara online. “Program ini diikuti tiga juta orang,” kata Vivek.

Meluasnya penggunaan ponsel telah mendorong Pearson mengembangkan program Pearson Mobile. Salah satu program adalah pelatihan bahasa Inggris, latihan menjawab soal-soal ujian, serta bimbingan belajar untuk murid kelas X dan XII. “Materi yang disediakan merujuk pada kurikulum yang ada di India,” kata Vivek.

NLT merupakan aplikasi dan layanan yang dikembangkan Nokia bersama para mitra. Pendidikan merupakan salah satu dari tiga menu yang disediakan. Dua menu lain adalah pertanian dan hiburan. Program ini dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat, membantu kalangan pelajar meningkatkan kemampuan dan praktik berbahasa Inggris, serta membantu mereka menghadapi ujian.

Sebagai mitra, Pearson mengembangkan Pearson mobile. Program ini menyediakan materi yang disesuaikan dengan kemampuan ponsel. Ia dirancang untuk ponsel menengah bawah. Jumlah karakter akan menyesuaikan kemampuan ponsel. Umumnya berkisar 250 karakter. Jumlah karakter ini cukup memadai untuk soal dan pilihan jawaban.

Sebagai lembaga pelatihan global. Pearson tentu saja harus melakukan kustomisasi agar program yang dikembangkan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh sasaran. Untuk pengembangan di India, Vivek mengaku ada sejumlah aplikasi pendukung, termasuk di antaranya ketersediaan sistem yang memungkinkan bahasa-bahasa lokal di India bisa terintegrasikan dalam program ini.

Belajar memang makin mudah. Masih belum diketahui apakah pelajar di Indonesia bisa menikmati layanan ini. Kabarnya Nokia berencana memperluas NLT ke berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Andaikata dikembangkan di Indonesia, apakah program Pearson Mobile juga dikembangkan di sini. taufik ed kelana

http://bataviase.co.id/?detailberita=10193219